Friday, 27 September 2013

CARA MEMILIH BUAH APEL TERBAIK DAN SEGAR

 Buah apel adalah buah yang sangat enak untuk di nikmati. Kandungan airnya bisa menghilangkan dahaga. Rasanya yang manis dipadu dengan kerenyahan dari daging buahnya membuat sensasi tersendiri ketika memakannya. Selain itu ternyata buah apel juga dapat menurunkan kolesterol, sangat bermanfaat tentunya.

Dalam memilih buah di pasaran tentu tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Dengan letak pasar yang jauh dari kebun tentu tidak menjamin kondisi buah yang beredar. Alih-alih mendapatkan buah yang segar justru sebaliknya bisa-bisa buah yang sudah tidak segarlah yang kita dapatkan. Nah Agar hal ini tidak menimpa anda semua, ikuti tips berikut ini.

Cara Memilih Buah Apel Terbaik Dan Segar
  1. Pilihlah apel keras dengan cara agak memencet lembut dan merasakannya, karena itu menunjukkan kualitas kerenyahannya.
  2. Pastikan anda mengetuk atau menjentikkan jari anda ke buah apel, jika berbunyi nyaring itu berarti buah apel masih renyah dan mengandung banyak air, inilah apel yang bagus dan segar. Tapi jika bunyinya berat, itu menandakan buah apel sudah kering dan kehilangan kerenyahannya.
  3. Jangan memilih buah apel yang memiliki memar, karena bagian yang memar sudah pasti kondisinya tidak renyah lagi.
  4.  Pilih apel yang kulitnya mulus dan tidak ada bercak.
  5. Cium aromanya. Apel yang sudah matang akan mengeluarkan aroma khas dari apel.

Itulah tips singkat mengenai Cara Memilih Buah Apel Terbaik Dan Segar, semoga artikel ini bisa membantu anda dalam memilih buah apel di pasaran. Selain itu baca juga artikel lain mengenai Cara Memilih Buah Anggur Kualitas Terbaik. Terima kasih atas kunjungan anda
READ MORE - CARA MEMILIH BUAH APEL TERBAIK DAN SEGAR

PEMBUATAN NATA de COCO

Nata de coco adalah hidangan penutup yang terlihat seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Makanan ini dihasilkan dari fermentasi air kelapa, dan mulanya dibuat di Filipina. "Nata de coco" dalam bahasa Spanyol berarti "krim kelapa". Krim yang dimaksudkan adalah santan kelapa. Penamaan nata de coco dalam bahasa Spanyol karena Filipina pernah menjadi koloni Spanyol.

Bibit nata adalah bakteri Acetobacter xylinum yang akan dapat membentuk serat nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen melalui proses yang terkontrol. Dalam kondisi demikian, bakteri tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat menyusun zat gula menjadi ribuan rantai serat atau selulosa. Dari jutaan renik yang tumbuh pada air kelapa tersebut, akan dihasilkan jutaan lembar benang-benang selulosa yang akhirnya nampak padat berwarna putih hingga transparan, yang disebut sebagai nata.

Acetobacter Xylinum dapat tumbuh pada pH 3,5 – 7,5, namun akan tumbuh optimal bila pH nya 4,3, sedangkan suhu ideal bagi pertumbuhan bakteri Acetobacter Xylinum pada suhu 28°– 31 °C. Bakteri ini sangat memerlukan oksigen. Asam asetat atau asam cuka digunakan untuk menurunkan pH atau meningkatkan keasaman air kelapa. Asam asetat yang baik adalah asam asetat glacial (99,8%). Asam asetat dengan konsentrasi rendah dapat digunakan, namun untuk mencapai tingkat keasaman yang diinginkan yaitu pH 4,5 – 5,5 dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain asan asetat, asam-asam organik dan anorganik lain bisa digunakan.
Sumber : id.wikipedia.org/wiki/Nata_de_coco

Secara Umum Proses Pembuatan Nata de Coco dapat dijabarkan sebagai berikut :

Bahan-bahan yang kita perlukan, yaitu: 
  • 100 liter air kelapa 
  • 100 gram(gr) gula pasir 
  • 500 gram (gr) ZA 
  • 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat 
  • 1 sendok makan asam sitrat
Cara membuatnya adalah:
  1. 100 liter air kelapa disaring, kemudian ditambahkan dengan: 100 gr gula pasir, 500 gram (gr) ZA.
  2. Mendidihkan campuran bahan-bahan nomor 1 di atas, kemudian mematikan api kompor, dan menambah campuran tersebut dengan 50 mili liter (ml) asam cuka/ asam asetat.

Pembuatan starter
Untuk starter bisa diperoleh di toko kimia atau perusahaan yang membuat nata de coco, atau bagi yang ingin membuatnya sendiri bisa dengan cara sebagai berikut :
  1. Sediakan buah nanas yang matang dan dikupas kemudian dicuci bersih dan dipotong kecil-kecil untuk memudahkan penghancuran.
  2. Buah nanas yang telah dihancurkan kemudian diperas sari buahnya sampai habis dan ampas nanas dicampur dengan gula pasir serta air dengan perbandingan 6 : 3 : 1 ( Ampas nanas : Air : Gula ) 
  3. Campuran diaduk sampai rata dan dimasukan kedalam botol kemudian ditutup dengan kertas disimpan selama 2 minggu sampai terbentuk lapisan putih di atasnya. 
  4. Larutan ini merupakan starter untuk pembuatan nata de coco

Pembuatan Nata de Coco 
  1. Siapkan nampan yang telah disterilisasikan (melalui pemanasan oleh sinar matahari/pencelupan nampan bersih ke dalam air panas).
  2. Memasang karet gelang pada bagian tengah nampan hasil sterilisasi. 
  3. Memasukkan air kelapa hasil pendidihan ke dalam loyang ± 1—1,5 liter di setiap loyang, kemudian menutupnya dengan koran dan mengikatnya dengan karet. Setelah itu dibiarkan hingga dingin (memeramnya selama ± 1 hari). 
  4. Setelah dingin (± 1 hari) dilakukan inokulasi yaitu menambahkan starter yang telah dibuat ke dalam loyang berisi campuran air kelapa yang telah didinginkan tadi (diperam), dan memeramnya kembali selama 7 hari.
Agar bakteri Acetobacter xilynum dapat bekerja dengan baik, yaitu mengubah glukosa menjadi selulose atau dalam pembentukan lapisan nata maka yang perlu diperhatikan dalam pembuatan nata de coco yaitu kondisi peralatan serta ruangan yang cukup steril.

Apabila kondisi ruangan kurang steril sehingga memungkinkan sirkulasi udara berjalan seperti biasa maka peluang untuk terjadinya kontaminasi pada nata yang diproduksi cukup besar, begitu pula jika peralatan yang digunakan kurang steril maka juga dapat menimbulkan kontaminasi (kerusakan pada lapisan nata yang diproduksi).

Jika nata telah terbentuk, maka kita sudah bisa mengambilnya, Berikut cara-cara mengambilnya:
  1. Nata yang terbentuk diambil dan dibuang bagian yang rusak (jika ada), lalu dibersihkan dengan air (dibilas). Kemudian direndam dengan air bersih selama 1 hari.
  2. Pada hari kedua rendaman diganti dengan air bersih dan direndam lagi selama 1 hari. 
  3. Pada hari ketiga nata dicuci bersih dan dipotong bentuk kubus (ukuran sesuai selera) kemudian direbus hingga mendidih dan air rebusan yang pertama dibuang. 
  4. Nata yang telah dibuang airnya tadi, kemudian direbus lagi dan ditambahkan dengan satu sendok makan asam sitrat.
Sekian postingan tentang Proses Pembuatan Nata de Coco, semoga menambah info bagi kita sehingga mampu mendorong timbulnya ide bisnis baru yang dapat kita kerjakan agar pengganguran di negeri kita berkurang dan ekonomi keluarga kita meningkat.
READ MORE - PEMBUATAN NATA de COCO

Thursday, 26 September 2013

ASAL USUL NAMA "BALI'

Tahukah nyame Bali bagaimana asal usul nama Bali, tempat berstananya para Dewata? Berikut penjelasan singkatnya. Semoga bisa menambah pengetahuan kita.

Kedatangan seorang Maha Rsi Markandeya abad ke-7 memberikan pengaruh besar pada kehidupan penduduk Bali. Beliau adalah seorang pertapa sakti di Gunung Raung, Jawa Timur.
Suatu hari beliau mendapat bisikan gaib dari Tuhan untuk bertempat tinggal di sebelah timur Pulau Dawa (pulau Jawa sekarang). Dawa artinya panjang, karena memang dulunya pulau Jawa dan Bali menjadi satu daratan.

Dengan diikuti oleh 800 pengikutnya, beliau mulai bergerak ke arah timur yang masih berupa hutan belantara. Perjalanan beliau hanya sampai di daerah Jembrana sekarang Bali Barat karena pengikut beliau tewas dimakan harimau dan ular-ular besar penghuni hutan. Akhirnya beliau memutuskan kembali ke Gunung Raung untuk bersemedi dan mencari pengikut baru.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, perjalanan beliau yang kedua sukses mencapai tujuan di kaki Gunung Agung (Bali Timur) yang sekarang disebut Besakih.

Sebelum pengikutnya merabas hutan, beliau melakukan ritual menanam Panca Dhatu berupa lima jenis logam yang dipercayai mampu menolak bahaya. Perabasan hutan sukses, tanah-tanah yang ada beliau bagi-bagi kepada pengikutnya untuk dijadikan sawah, tegalan, rumah, dan tempat suci yang dinamai Wasukih (Besakih).

Di sinilah beliau mengajarkan agama kepada pengiringnya yang menyebut Tuhan dengan nama Sanghyang Widhi melalui penyembahan Surya (surya sewana) tiga kali dalam sehari, menggunakan alat-alat bebali yaitu sesajen yang terdiri atas tiga unsur benda: air, api, dan bunga harum.

Ajaran agamanya disebut agama Bali. Lambat laun para pengikutnya mulai menyebar ke daerah sekitar, sehingga daerah ini dinamai daerah Bali, daerah yang segala sesuatunya mempergunakan bebali (sesajen).

Bisa disimpulkan bahwa nama Bali berasal dari kata bebali yang artinya sesajen.

Ditegaskan lagi dalam kitab Ramayana yg disusun 1200SM: "Ada sebuah tempat di timur Dawa Dwipa yang bernama Vali Dwipa, di mana di sana Tuhan diberikan kesenangan oleh penduduknya berupa bebali (sesajen)."

Vali Dwipa adalah sebutan untuk Pulau Vali yang kemudian berubah fonem menjadi Pulau Bali atau pulau sesajen. Tidak salah memang interpretasi ini melihat orang Bali memang tidak bisa lepas dari sesajen dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya.
READ MORE - ASAL USUL NAMA "BALI'

BAGAIMANA MEMILIH BUAH UNTUK BAYI?



Buah dan sayuran adalah sumber utama berbagai vitamin dan mineral, yang sangat penting untukmembantu proses pertumbuhan dan perkembangan bayi. Vitamin C dan kalsium misalnya, membantu pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Bagaimana memilih buah yang tepat dan aman untuk bayi?

Cara Memilih

PISANG
   
Pisang Ambon atau pisang Sunripe. Keduanya memiliki rasa yang netral, tidak sepat, dan tidak pahit.Pilih pisang yang tingkat kematangan optimal. Tandanya, antara lain seluruh kulitnya berwarna kuning tua merata. Bila ada bintik-bintik hitam berarti sudah melewati tingkat kematangan optimal. 


JERUK

Pilih jeruk, seperti jeruk Pontianak dan jeruk bayi. Jangan berikan jeruk yang sama, karena indera pengecap bayi masih belajar mengenal rasa, serta system pencernaanya pun belum kuat.Pilih jeruk yang sudah matang optimal. 


APEL   

Apel Malang, apel manalagi, atau apel lain yang tidak asam. Pilih apel matang optimal. Apel yang terlalu muda akan terasa asam, sedangkan apael yang terlalu matang akan terasa maser, serta daging buangnya “ gembos.”


PIR

Pilih pir Australia karena memiliki rasa yang netral. Jangan memilihkan pir Cina sebab rasanya “aneh” di lidah bayi, serta cenderung asam.


TOMAT
   
Pilih tomat buah, misalnya tomat apel. Jangan tomat sayur, karena biasanya asam dan sedikit sepat. Pilih yang warna kulitnya merah merata, dan sudah mencapai tingkat kematangan optimal


Sebaiknya, kenalkan rasa buah satu per satu. Setelah itu, baru bisa dicampur rasa dua macam buah untuk satu kali pemberian. Namun, pertama-tama diberikan dalam bentuk cair dengan menambahkan air matang. Jangan lupa, selalu cuci bersih setiap buah yang akan Anda berikan kepada bayi, dan kupas kulitnya.
READ MORE - BAGAIMANA MEMILIH BUAH UNTUK BAYI?
READ MORE -

Wednesday, 18 September 2013

6 CARA MINIMARKET DAN SWALAYAN MEMBUAT ANDA BELANJA BERLEBIHAN


Bagi anda wanita karir, tentu saja informasi “6 Cara Minimarket dan Swalayan Membuat Anda Belanja Berlebihan” akan sangat penting. Info 6 Cara Supermarket Membuat Anda Belanja Berlebihan ini akan membantu anda untuk lebih maju lagi dalam berkarir. Saya doakan semoga karir anda semakin maju.

Judulnya belanja bulanan, tetapi ketika Anda keluar dari Minimarket dan Swalayan, trolley Anda ternyata dipenuhi barang-barang yang tak masuk daftar belanja tersebut. Pemborosan ini terjadi setiap bulan, tetapi Anda tak juga kuasa menghentikannya.

Perlu Anda ketahui, semua supermarket tentu memiliki store designer yang akan menata letak barang-barang sedemikian rupa sehingga menggiring Anda ke tempat-tempat yang menyimpan produk-produk menarik. Belum lagi berbagai promosi harga barang yang memengaruhi Anda untuk membeli barang di luar kebutuhan. Untuk menghindari pemborosan, Anda harus tahu bagaimana mereka mengecoh Anda selama ini.

1. Area pintu masuk dan kasir
Hati-hati dengan jebakan di area pintu masuk atau di kasir. Minimarket dan Swalayan biasanya meletakkan berbagai produk dengan cara yang menggoda iman seorang impulse buyer seperti Anda. Produk-produk, seperti majalah, CD, DVD, snacks, dan berbagai pernak-pernik lain, mungkin tak Anda perlukan, tetapi akan sulit Anda hindari, demikian menurut Kit Yarrow, psikolog dan profesor marketing di Golden Gate University di San Francisco.

Anda mungkin akan mencoba bergegas meninggalkan area tersebut agar tidak tergoda. Namun, Anda bisa juga sengaja berlama-lama di tempat tersebut. Jika Anda berhenti sekarang, Anda cenderung kurang membeli secara impulsif belakangan, ujar Art Markman, profesor ilmu kognitif di University of Texas di Austin.

2. Bahan makanan
Para ahli meyakini bahwa buah dan sayur-sayuran diletakkan di bagian depan supermarket karena membeli makanan yang sehat membuat Anda tidak begitu merasa bersalah. Namun, Paco Underhill, penulis Why We Buy, mengungkapkan alasan yang lebih jelas: Produk bahan makanan memiliki margin keuntungan yang tertinggi dan Anda akan cenderung segera ingin membelinya.

Agar tidak tergoda berbelanja terlalu banyak bahan makanan, lakukan pembelanjaan di area ini belakangan. Selain itu, bahan makanan juga tidak cacat karena tertindih barang-barang lainnya.

3. Penawaran khusus
Terlalu banyak penjualan bisa mendorong lebih banyak pembelian. Berbagai penawaran khusus, seperti beli mi instan lima dapat bonus satu atau beli sampo jenis tertentu bisa dapat sampo jenis lain ukuran kecil bisa mengganggu kemampuan kita menalar. Menurut Yarrow, penawaran semacam itu akan membuat kita tak dapat mempertimbangkan nilai yang sesungguhnya.

Untuk itu, pikirkan nilai benda tersebut yang sebenarnya dan apakah Anda memang membutuhkannya. Jika hal tersebut hanyalah bahasa marketing, tinggalkan saja.

4. Produk-produk tersembunyi
Supermarket biasanya meletakkan barang-barang yang paling laku di lorong bagian tengah. Dengan demikian, Anda harus melewati banyak produk lain sebelum mendapatkan apa yang Anda perlukan. Penelitian menunjukkan bahwa orang membeli apa yang ada di hadapannya, kata pakar ilmu ritel Herb Sorensen, yang juga penulis buku Inside the Mind of the Shopper.

Jika Anda melewati lorong-lorong yang menjebak ini, tetaplah berjalan. Jika barang yang ditawarkan memang tak ada dalam daftar belanjaan Anda, lewatkan saja. Kalau Anda masih menginginkannya sebelum keluar dari supermarket, kembali dan ambillah, tetapi Anda mungkin akan mendapati bahwa barang tersebut tak layak dibeli.

5. Produk private label
Produk-produk yang diberi merek sesuai tempat di mana Anda membelinya, misalnya dari minimarket, supermarket, hingga hipermarket, sering disebut lebih murah daripada produk sejenis dari merek lain. Namun, cara ini tak selalu berhasil. Banyak brand terkenal juga bersaing dengan menawarkan harga yang lebih murah daripada private label, ujar Yarrow.
Karena soal kualitas sebenarnya beda tipis, cara termudah untuk berhemat adalah dengan membandingkan harga.

6. Sampel makanan
Meski Anda tidak lapar, mencicipi sepotong makanan menunjukkan sinyal bahwa tubuh Anda siap makan, kata Markman. Penelitian pun menunjukkan bahwa perubahan fisiologis ini membuat Anda kurang teguh menahan keinginan belanja Anda. Tundalah mencoba sampel itu sampai sebelum keluar dari supermarket sehingga dorongan insulin tidak akan memengaruhi tujuan inti Anda, katanya.

Satu cara lain yang juga akan sangat menghemat keuangan Anda, tak perlu mengajak anak saat belanja bulanan. Mereka akan mengambil apa saja yang terlihat lucu dan menggugah selera.
READ MORE - 6 CARA MINIMARKET DAN SWALAYAN MEMBUAT ANDA BELANJA BERLEBIHAN

PENGELOMPOKAN BARANG DAGANGAN PADA SWALAYAN DAN MINIMARKET

Untuk memudahkan pengelolaan, kontrol, pemajangan barang dagangan di Minimarket dan Swalayan diperlukan adanya pengelompokkan barang. Pengelompokkan barang di desain dari mulai kelompok besar yang kemudian di sub-sub menjadi bagian-bagian yang lebih kecil lagi. Sebagai contoh sebagai berikut:
Kelompok FOOD (Makanan)  dan NON FOOD (Bukan Makanan)
 
Kelompok FOOD dibagi lagi menjadi:
a. Bahan Makanan Pokok
Bahan Makanan Pokok dibagi lagi menjadi:
* Beras :
- Beras Curah : item a, b, c dst
- Beras repacking: item a, b, c dst

* Minyak Goreng
- Minyak Goreng Curah : item a, b, c dst
-  Minyak Goreng Kemasan: item a, b, c dst

* Tepung
-  Tepung Terigu : item a, b, c dst
-  Tepung Beras: item a, b, c dst
-  Tepung Bumbu: item a, b, c dst

* Telur : Telur ayam ras, ayam kampung , bebek


b. Minuman
-  Susu : item a, b, c dst
-  Bersoda: item a, b, c dst
-  Juice : item a, b, c dst
-  Energi/suplemen : item a, b, c dst
-  Air mineral : item a, b, c dst

c. Roti kering dan basah
-  Biscuit: item a, b, c dst
-  Wafer: item a, b, c dst
-  Roti tawar : item a, b, c dst
-  Roti manis: item a, b, c dst

d. Snack
-  Snack pabrikan : item a, b, c dst
-  Snack repacking : item a, b, c dst
-  Snack curah : item a, b, c dst

Kelompok NON FOOD dibagi lagi menjadi:

a. Perawatan tubuh
-  Sabun mandi : item a, b, c dst
-  Shampho : item a, b, c dst
-  Pasta gigi : item a, b, c dst
-  Hand body & whitening : item a, b, c dst
-  Bahan Rias : item a, b, c dst

b. Bahan dan peralatan cuci
-  Deterjen : item a, b, c dst
-  Pelembut & pewangi pakaian : item a, b, c dst
-  Sabun cream : item a, b, c dst
-  Sabun cuci piring dan gelas : item a, b, c dst
-  Pemutih pakaian : item a, b, c dst

c. Bahan dan peralatan perawatan rumah
-  Pembersih kamar mandi: item a, b, c dst
-  Pembersih kaca : item a, b, c dst
-  Pembersih lantai : item a, b, c dst
-  Alat kebersihan sapu,pel,sulak,lap : item a, b, c dst
-  Pengharum ruangan : item a, b, c dst

d. Alat tulis dan kantor
-  Buku tulis dan gambar: item a, b, c dst
-  Pulpen,pensil,penghapus,rautan : item a, b, c dst

Di atas adalah sedikit contoh sederhana dari pengelompokan barang , yang dapat dimodifikasi dan disesuaikan dengan kebutuhan antara lain segmen pasar yang akan digarap, komposisi yang akan ditonjolkan atau dilengkapi.

Untuk persiapan pembelian barang perlu disusun daftar barang yang detail dengan acuan pengelompokkan barang di atas.

Yang penting diketahui dalam menyusun pengelompokkan barang dibuat dengan cara mengelompokkan barang yang mempunyai fungsi dan kegunaan yang sejenis,yang kemudian dipecah lagi menjadi sub kelompok yang lebih spesifik lagi. Hal ini nantinya penting untuk mengevaluasi target pasar yang akan kita garap, pengelompokkan dapat juga berdasarkan umur pengguna, dan kelas ekonomi pengguna.
READ MORE - PENGELOMPOKAN BARANG DAGANGAN PADA SWALAYAN DAN MINIMARKET